yah...
Aku rasa beberapa hari ini waktuku banyak ku habiskan dengan "duduk", mulai dari duduk buat mengikuti perkuliahan sampe duduk buat maen poker bareng temen-temen. Kalau dipikir-pikir berapa waktu kita yang kita habiskan untuk duduk menyelesaikan pekerjaan kita ataupun sekedar mencari kesenangan dan membunuh waktu. Banyak orang yang bilang apa yang sering kau lakukan akan banyak mempengaruhi jalan pikiranmu. Ketika mengingat-ingat kata ini dan kubandingkan dengan kegiatanku belakangan ini yang banyak kuhabiskan untuk duduk, apa mungkin jalan pikiranku juga ikut "duduk" ya, yah, mungkin sebuah perenungan yang aneh kurasa, tapi juga perlu lah sekali-kali memikirkan hal yang mungkin tidak banyak dipikirkan orang.
Aku ingat betul kegiatanku dihari rabu minggu kemarin. Berawal dipagi hari sekitar pukul 06.00am yang rencananya untuk ikut kuliah jadi tak terlaksana setelah begadang semaleman hanya untuk mencari kesenangan dengan duduk didepan komputer dan bermain game yang akhirnya tidur dikursi dengan melipat kedua tangan dan air liur yang bercucuran (=='a). Setelah mata cukup berat untuk dibuka gara-gara suara berisik ayam tetangga membuat tulang ekor rasanya nyaris retak seperti baru digencet batu, padahal sih berat badanku tak sampai 50 kg saja. Jam dinding nunjukin pukul 06.30am dan waktunya untuk membersihkan badan dan bekas liur yang bikin ilfil. Beranjak ke kamar buat ngambil handuk kusempatkan sebentar untuk duduk ditepian tempat tidurku sambil mengucek kedua mata. Oke, jangan tidur lagi bentar lagi sudah waktunya kuliah jam kedua, bisikku dalam hati. Melangkah dengan gontai menuju kamar mandi dan segera kutanggalkan semua pakaian yang melekan dan hanya mengenakan celana dalam aku duduk tempat orang biasanya buang hajat. Guyur demi guyur terlewati dengan mata jereng setengah mabuk kubersihkan badan sesegara mungkin, takut ketiduran dikamar mandi dan berakhir mengenaskan. Kelar mandi segera ganti baju resmi anak kuliahan dengan atasan berkerah dan celana senormal mungkin, keluarkan motor tercinta dari haribaannya, kunyalakan dan kududuki tuh motor yang biasanya kupanggil belalang tempur mengantarkanku ke kampus tercinta yang desain interior dan eksteriornya biasa-biasa saja. Sampe ditujuan segera parkir motor dan kulihat jam di hape ternyata nunjukin 07.30am, lama juga ternyata proses dari membuka mata hingga sampai di kampus. Kulihat sudah banyak temen-temen seangkatanku yang beda jurusan sedang asyik ngobrol sambil menghisap rokoknya dalam-dalam di kantin yang dikelola Bu Rosuli (jadi inget utang yang belum ku bayar). Basa basi busuk ternyata ditawarin kopi, jadinya duduk lagi deh sambil ngobrol-ngobrol ringan mulai dari sepak bola sampe di sepak dosen. Jam udah nunjukin waktunya kuliah, dan kuputuskan untuk meninggalkan mereka dengan keasyikan yang mulai memuncak demi mencari ilmu. Duduk lagi duduk lagi, dengerin dosen selama 2 sks, yah membuat ngantuk dateng lagi gara-gara kurang tidur. Kepala berputar-putar, tertunduk dan akhirnya mendengkur, untung tidak terjadi hal yang memalukan dan semua berjalan dengan yang diharapkan. Kuliah jam kedua selesai berganti dengan terusan kuliah subuh tadi, jadinya duduk lagi deh. pantat panas bikin hati jadi miris. 2 sks berlanjut jadinya tidur juga berlanjut. duh, jadi miris kalo ngeliat mahasiswa kaya aku ini. duh Gusti. Perkuliahan selesai waktunya istirahaat.
Jam makan siang pun datang dan waktunya menyegarkan mata dan pikiran, sambil menenggak segelas es teh nan sueger di kantin GSW (kantin seberangnya Bu Rosuli) disana duduk lagi bareng temen-temen. Jadi ngerasa aneh, istirahat dari duduk dengan cara duduk (=='). Pesen makanan dan dsantap dengan lahap, untuk urusan satu ini biar badan kurus makan tetep prioritas. Menghabiskan jatah makan siang sudah kelar dan waktunya nyambangi sekret tercinta, berganti sapa dengan saudara-saudara dan duduk sebentar sambil merhatiin adek-adekku tercinta bergulat dengan kegiatannya masing-masing yang semuanya dikerjakan dengan duduk, jadi akupun ikutan duduk. Jam nunjukin 01.00pm, waktunya kuliah lagi, tapi sekarang aku tidak tidur lagi bukan karena kantukku sudah hilang tapi hawa panas nan menyayat ini yang buatku berkeringat. Dengan penuh resah dan gelisah aku duduk menantikan waktu kuliah ini berakhir, jam pun memperparah dengan kedisiplinannya, menit demi menit berganti dengan teratur dan itu terasa sangat lama nan sungguh mengecewakan. Penuh kesabaran kumenantikannya, dan harapanku pun berbuah kenyataan dengan berakhirnya perkuliahan, terlantunlah ucapan Alhamdulillah.
Sore hari, waktunya bersosialisasi dengan temen-temen di warung kesukaan, warung Buleck, warung tempatku menghabiskan malam minggu yang kelam bagi seorang jomblowan (argh....). Bersama Hardian Sugihartono a.k.a cupang a.k.a kephet bercengkrama sampai bosan dengan duduk berteman segelas es teh dan rokok(nya). Lama dan lama dan lama senja pun datang waktunya beranjak untuk melanjutkan kegiatan lainnya dirumah yang sebenernya sih cuma bertegur sapa dengan orang tua. Sampai dirumah duduk lagi melepas penat karena seharian telah duduk. Berbenah diri, isi tenaga, menghadap yang Kuasa, nonton berita sebentar biar ga ketinggalan informasi dan ternyata isunya masih gitu-gitu aja, tau gitu mending nonton Natgeo Wild dikosan pelo.
Jam dinding nunjukin 08.00pm, waktunya ketemu saudara-saudara uksm panjalu dengan segala kegilaan, kebodohan, dan canda tawa. Tempatnya masih sama, berawal dari sekret tempat berkumpul ternyata ada temen-temen dari Dewan Kesenian Kampus dari fakultas Sastra jadilah ngobrol-ngobrol tentang semuanya sambil duduk. Menghasikan malam dengan duduk.
Yah, nyaris semua kegiatanku sehari-hari hanya duduk-duduk saja, bahkan nulis ini pun dengan duduk. Semoga saja jalan pikiranku tidak duduk, lebih-lebih nilai-nilaiku. amin.
tak semuanya harus berjalan sesuai dengan aturan
lakukan dengan cara yang kau mau
buat senyaman mungkin hingga menjadi karya
hal yang menjenuhkan bukanlah rintangan
sekedar tantangan sebagai bentuk aktualisasi
diriku adalah diriku
cemoohan datang juga sudah biasa
mencari pujian dari hasil karya
semoga bisa semoga bisa
berjuang ternyata tak sesimpel kata-katanya
berjuang mungkin adalah
bersama menuju tanah lapang