Keluargaku terbilang keluarga kecil, hanya ada aku ayahku dan juga ibuku. Jumlah yang terbilang sangat kecil untuk jumlah keluarga di Indonesia, maklumlah rata-rata teman-temanku jumlah keluarganya 5-7 anggota. Meskipun hanya ada aku tempat pencurahan kasih sayang kedua orang tuaku, aku ucapkan alhamdulillah dan syukur keharibaanNya. Berbeda dengan jumlah keluarga dari ayah dan ibuku. Ibuku saja punya 4 kakak cowok dan 1 orang adik cewek yang sering kusebut pakdhe dan tante. Pakdheku yang pertama (kakak ibukku yang pertama) telah menjadi seorang kakek dengan seorang cucu super imut dari putranya yang menikah dengan seorang gadis yang telah dipacarinya bertahn-tahun, putri yang pertama juga sedang hamil muda setelah menikah beberapa bulan yang lalu, dan anak terakhir adalah seorang gadis beranjak gede yang sedang mengenyam pendidikan SMA. Pakdhe yang kedua bentar lagi juga bakal menjadi seorang kakek, putri pertamanya yang bernama Mitha Sarwo Indah bakal menikah dengan teman seprofesinya, dengan anak kedua seorang putra yang hingga kini aku dan dia belum pernah bertemu, mungkin faktor jaraklah yang membuat 2 ekor cucu Sarwono ini tak bisa bertemu (Riau dan Jember). Pakdhe ketiga baru beberapa tahun menjadi seorang ayah, putranya dipanggil Wisnu yang sedang lucu-lucunya mengolah daya kesabarannya duduk di bangku SD, dan Pakdhe keempatku (kembarannya pakdhe ketigaku) juga masih memiliki seorang putri namanya Niken Larasati yang sekarang stay bareng dengan keluargaku ngelanjutin sekolahnya yang baru menginjak kelas 2 SMP. dan yang terakhir adalah tanteku, si bungsu yang sudah memiliki 2 orang anak, anak pertamanya si Ferdian Eka Bintara, sepupu yang paling akrab denganku dan adiknya yang sering dipanggil Oky. Itulah keluargaku jika dirunut dari darah eyang Raden Sarwono. Cucu-cucunya berjumlah 3 + 2 + 1 + 1 + 1 + 2 = 10. Cowoknya ada 5 dan ceweknya pun ada 5. Keseimbangan kala reunian.
------
Beda cerita dengan keluarga dari ayahku yang emang seorang petani semenjak beliau lahir. Kakekku yang sekarang adalah suami kedua dari nenekku yang memiliki seorang putra (Pakdheku) bernama Solikhin yang memiliki seorang putri dan putra yang bentar lagi si putrinya bakal nikah (uhuy, bakal ada ponakan lagi nih). Anak pertama dari pernikahan kakek nenekku adalah ayahku yang punya nama sekarang Achmad Haini, sebelumnya semasa kecil ayahku bernama Achmad Saudi, nama yang sangat aneh kurasa karena eyangku (adik dari eyangku yang kupanggil eyang) baru melaksanakan rukun islam kelima, jadilah nama itu disematkan kepada beliau. Waktu demi waktu berlalu namun karena si Achmad saudi sering sakit-sakitan dan badannya kurus kering tak berlemak (yang menurun ke anaknya) akhirnya digantilah nama tersebut menjadi Achmad Haini dan sekarang menjadi seorang bapak tambun dari anak kurus kering (T_T). Ayahku mempunyai seorang adik perempuan bernama Khotimah, ini tante tercantik diantara tante-tanteku yang lain, punya anak yang bergenre cowok semua, ramailah isi rumah tanteku ditiap harinya. Tante keduaku bernama Solekhah yang juga punya dua orang putra yang mulai beranjak gede semua, satunya kelas 1 SMA dan satunya kelas 4 SD. Tanteku yang paling bungsu bernama Lutfiana, memppunyai seorang putra dan seorang putri. Ini adalah keluarga dari kakekku yang bernama Sukijan. Memiliki cucu yang berjumlah 10 cucu dengan 2 orang cucu cewek yang tertua dan termuda (untuk saat ini). Semoga saja anak keempat dari tante pertamaku bergenre wanita. Amin.
------
Cerita diatas adalah situasi yang terjadi pada 8 bulan yang lalu. Dan hasilnya ternyata sepupuku yang sekarang sudah berumur setengah tahun berjenis kelamin laki-laki. Semoga menjadi seorang yang bertaqwa pada Tuhannya, taat pada kedua orangtuanya, dan tak jahil kepada kakek neneknya, :p.