Kamis, 18 November 2010

happy twenty

Ulang tahun, hari kelahiran yang biasa dirayakan bisa bareng temen, orang tua, sahabat, pacar, ataupun dilewatkan sendiri dengan segelas kopi dan sebatang rokok. tapi aku tak akan bercerita kengerian seperti itu di hari yang nyaris semua orang merasakan bahwa itu istimewa. ulang tahun, bukan sekedar bertambahnya umur saja, tapi menurutku itu juga berarti bertambahnya tanggung jawab dan progres yang semakin jelas dalam menggapai mimpi.hah, terlalu teoritis saja. haha.
--
Tanggal 15 Maret 2010, temanku yang dulu bertemu pertama kali ketika kelas 3 SMP, sama-sama anak desa yang mencoba mencari ilmu ditengah kota dengan harapan bisa merubah nasib diri, keluarga, dan bangsa ini. Menyukai sepak bola, berangan bisa menjadi pemain profesional dan bisa nampang di tivi sambil jingkrak-jingkrak ketika mencetak gol. Impian yang didasari dengan penuh semangat. Namanya Azwar Anas, entah apa itu artinya, tapi kalau aku diminta mengartikannya mungkin seperti ini. AZWAR dari dua suku kata AZZ kata alay dari "ass" yang artinya pantat, dan WAR artinya perang. ANAS dalam bahasa arab maksudnya lelaki, jadi kalau dirangkai mungkin menjadi "perang pantat lelaki", aneh sekali artinya, tapi entahlah mungkin akan kutanyakan saja ke Pak Subandi selaku penyandang dana utama nih bocah dan ayah biologis yang paling disayanginya biar arti nama azwar anas lebih jelas, enak ditelinga dan manusiawi. Sayangnya, setelah kelar melakukan kegilaan di sekolah lanjutan pertama yang katanya bergengsi, padahal sih sama saja kurasa, harus berpisah dan tak pernah bertemu lagi.
Sekarang kami bertemu lagi, kuliah ditempat yang sama dan memulai kisah baru untuk melanjutkan kegilaan yang dulu, kegilaan bocah dari desa. universitas jember fakultas pertanian jurusan agribisnis dan sama-sama berlindung dibawah naungan organisasi yang bergitu kami cinta. mungkin cerita singkat saja antara aku dan si perang pantat lelaki ini.
---
Happy Twenty, hanya kesenangan yang ada. kegiatan rutin di setiap ulang tahun tak pernah terlewati. mengebuli sampai hilang muka diri. kurasa biarlah gambar saja yang bercerita. :D
"si pantat" lagi diikat seperti hewan kurban

sebelum ritual, pasang asesoris dulu.


waktunya dilapisi dengan tepung


digodain sedikit biar lebih ceria


ada sarang burung

Setelah puas menghajar mas kangkung ini (panggilan akrabnya), kami pun cabut kedalam untuk menikmati santapan yang telah disajikan. berbekal kebuasan seperti harimau turun dari gunung kami santap semuanya dalam sekejap. yummy..

gigitan maut sang raja gunung, mas kingkong


Penderitaan singkat namun menjatuhkan martabat, didorong rasa iba kami persilahkan sang "putri untuk menyelamatkan pangerannya. Tak ada momen yang seromantis dan seindah ini, biarun itu Romeo dan Juliet atau sekalipun foto Jack dan Rose di atas kapal.

semoga tetap bahagia di akhir cerita

dan sebagai bentuk perayaan selamat datang, mas samid, bacol, dan saya menghadiahkan sebuah tenggakan segelas kopi.

setitik nira kopi untukmu boy

kututup cerita ini dengan doa.

Tuhanku
kusebut namaMu disetiap kumengawali doaku
kusebut namaMu disetiap amarahku
kusebut namaMu disetiap pengharapanku

Tuhanku
dia, pria kecil nan cadas yang ada disana
seorang pemuda yang mulai beranjak dewasa
kumohonkan untuknya kasih sayang dan cintaMu

Tuhanku
aku tahu hanya Kamu yang paling tahu
kumohon berilah dia yang terbaik dariMu

Tuhanku
jagalah dia dikala jauh dari kami
dan jagalah kami dikala jauh darinya

Hanya Kamu tempatku meminta
tuk teman yang tercinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar